PADANG,
SE-Dengan selesainya pembangunan
Pasar Raya Inpres Blok II, Pemko Padang harus mulai berpikir
bagaimana menjadikan Pasar Raya sebagai lokasi pilihan bagi warga kota untuk
berbelanja kebutuhan terutama barang harian.
Untuk itu, pembenahan di
sarana pendukung mutlak diperlukan. Jika tidak, pedagang tetap akan mati suri
walau gedungnya megah.
Ketua Komisi III DPRD Kota Padang
Helmi Moesim mengatakan, hal itu menyikapi telah diserahterimakannya
gedung Pasar Inpres Blok II dari Dinas Perindagtamben sebagai SKPD pembangunan
pada Dinas Pasar sebagai pengguna, Minggu (6/3).
Saat ini, ia melihat kondisi di
kawasan tersebut masih berantakan di sebagian besar titik. Warga yang ingin
mengakses ke kawasan Pasar Raya masih sulit karena kondisi kemacetan yang
tinggi serta jalan pendukung menuju Pasar Raya masih belum terakomodir dengan
baik.
Untuk itu, ia minta Dinas Pasar
bekerjasama denagan pihak terkait seperti Dishub dan kepolisian agar membuat
akses menuju ke kawasan Pasar Raya bisa dilalui masyarakat atau pembeli dengan
mudah.
“Jika penataan kawasan sekitar
pasar tidak dilakukan segera mungkin dan kemudian tak didukung pula dengan
pembenahan transportasi, gedung yang mentereng dan megah itu tak akan membawa
dampak pada peningkatan ekonomi bagi kota Padang berikut pedagangnya,” ujarnya.
Ia juga meminta, Pemko
melakukan upaya-upaya dalam rangka menarik masyarakat untuk datang berbelanja
ke Pasar Raya. Harus ada strategi yang menjadi magnet yang ditawarkan di Pasar
Raya Padang.
”Jika tidak, masyarakat akan lebih
cenderung ke pasar-pasar satelit dekat mereka tinggal. Apalagi Pemko juga
sedang gencarnya membenahi sejumlah pasar satelit,” tambahnya. (h/ade)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar